Posts

Alasan Saya Memilih SMAN 68

Pada blog kali ini, saya akan memberitahu alasan saya memilih SMAN 68. Yang pertama adalah, tentu saja karena sekolahnya termasuk sekolah favorit dan salah satu sekolah terbagus di Jakarta. Selain itu, saya masuk SMAN 68 karena ingin mendapatkan jalur undangan ke UI. Saya juga mendapatkan beberapa rekomendasi dari kakak kelas saya di SMAN 68 dan juga agak dipaksa oleh salah satu kakak kelas saya. Orang tua saya juga ingin sekali saya masuk sini karena dekat dengan sekolah adek saya, yaitu SMPN 216 dan dekat dengan tempat kerja bapak saya. SMAN 68 juga memiliki ekstrakurikuler yang berprestasi, fasilitas yang banyak, lingkungan yang bersih, dan lain hal yang membuat saya makin tertarik dengan sekolah ini. Teman2 bekas SMP saya juga banyak masuk SMAN 68, jadi saya akan tenang karena ada yang saya kenal dari dulu. Itulah beberapa alasan saya untuk memilih SMAN 68. Terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa di blog berikutnya.

Obor Asian Games

Jadi sekarang, saya akan menjelaskan beberapa fakta dari obor yang akan dipakai untuk asian games, yaitu : 1. Apinya Tidak Pernah Padam     Api yang tidak pernah padam atau api abadi Mrapen ini berasal dari Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan , Jawa Tengah. Ini merupakan fenomena geologi yang berupa gas alam yang berasal dari tanah jadi menciptakan api abadi dan walaupun terkena hujan, api tersebut tidak akan padam. 2. Api Mrapen Selalu Digunakan      untuk Acara Besar Api abadi Mrapen dari dulu sudah digunakan untuk beberapa festival olahraga, seperti PON. Api ini juga digunakan untuk perayaan hari besar Waisak. 3. Ada Kolam Air yang Mendidih, tetapi Tidak Panas Di sekitar api tersebut, terdapat kolam yang mendidih tetapi tidak panas. Selain itu, saat dilihat, air itu keruh, tetapi saat dituang ke dalam gelas, air tersebut menjadi bening. Kolam air ini disebut Sendang Dudo dan dipercaya dapat menyembuhkan penyakit...

Dewi Sartika

Dewi Sartika is one of the national heroes in Indonesia. She fought for women's education when we were colonized by Netherlands. She was born at 4 December 1884, Cicalengka, Bandung and died at 11 September 1947, Cineam, Tasikmalaya, West Java. At 16 January 1904, she made a school that was named Sekolah Isteri at Pendopo, Bandung. At 1920, her school was built almost at every city at Java. At 1929, the schools names were changed to Raden Dewi. She was legally named as one of the national heroes at 1966. She was named as a national hero because she was one of the most important person to fight for women's emancipation.